banner 728x250

Serangan Bertubi-tubi, Persebaya Hanya Mampu Tumbangkan PSM 1-0

Serangan Bertubi-tubi, Persebaya Hanya Mampu Tumbangkan PSM 1-0
Tiga pemain Persebaya Surabaya mencoba menembus pertahanan ketat dua pemain PSM Makassar dalam laga pekan ke-23 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (25/2/2026) malam (Foto: Istimewa).
banner 120x600
banner 468x60

MAHA SUARA SURABAYA – Persebaya Surabaya harus puas dengan kemenangan tipis saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (25/2/2026) malam.

Meski tampil dominan dan menciptakan banyak peluang, Bajul Ijo hanya mampu mengamankan tiga poin lewat kemenangan 1-0.

banner 325x300

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya langsung mengambil inisiatif menyerang.

Bermain tanpa penyerang murni, pelatih Bernardo Tavares menempatkan Alfan Suaib sebagai false nine yang didukung Gali Freitas dan kapten tim Bruno Moreira.

Skema ini membuat tuan rumah lebih fleksibel dalam membongkar pertahanan lawan.

Tekanan Persebaya mulai terlihat pada menit ke-18 dan 19 melalui peluang beruntun Alfan Suaib dan Francisco Rivera.

Namun, penyelesaian akhir keduanya belum mampu menggetarkan gawang PSM.

Peluang emas kembali hadir pada menit ke-26 ketika Rivera mendapat ruang tembak, tetapi kiper PSM Reza Arya tampil sigap menggagalkan peluang tersebut.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-27. Gali Freitas melepaskan tembakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang. Gol tersebut membuat Persebaya unggul 1-0 sekaligus memanaskan atmosfer GBT.

“Yang penting kami dapat tiga poin. Tapi memang secara peluang kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar pelatih Bernardo Tavares usai pertandingan.

Setelah unggul, Persebaya tidak mengendurkan serangan. Pada menit ke-40, Rivera kembali mengancam, tetapi lagi-lagi Reza Arya tampil gemilang di bawah mistar.

Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan meski tuan rumah terus menekan.

Memasuki babak kedua, PSM mencoba keluar dari tekanan dan mengambil inisiatif menyerang.

Pergerakan sayap Rizky Eka Pratama beberapa kali merepotkan lini belakang Persebaya.

Namun, Bajul Ijo bermain lebih sabar dan mengandalkan serangan balik cepat.

Persebaya melakukan tiga pergantian sekaligus pada menit ke-68 dengan memasukkan Gustavo Fernandes, Mikael Tata, dan Pedro Matos.

Langkah ini diharapkan menambah daya gedor, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah peluang kembali terbuang.

Sepakan Riyan Ardiansyah dan Mikael Tata belum menemui sasaran.

Rivera dan Leo Lelis juga gagal memaksimalkan peluang emas yang didapat.

Drama peluang terbuang mencapai puncaknya di masa injury time.

Pada menit 90+2, Bruno Moreira yang berdiri bebas justru melepaskan tembakan melambung.

Lima menit berselang, Riyan Ardiansyah mengalami nasib serupa.

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, mengakui timnya perlu lebih klinis di depan gawang.

“Kami menciptakan banyak peluang, tapi finishing harus segera diperbaiki. Yang terpenting, kami tetap menang,” katanya.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tidak berubah. Kemenangan ini menjaga posisi Persebaya di papan atas, sementara PSM harus pulang tanpa poin meski mampu bertahan dari kekalahan yang lebih besar. (*)

Pewarta: Andi Eka

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *