💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

PSM Makassar vs Bhayangkara FC 2-1: Benarkah Juku Eja Sudah Keluar dari Zona Degradasi?

PSM Makassar vs Bhayangkara FC: Awal Kebangkitan atau Sekadar Keberuntungan?

PSM Makassar vs Bhayangkara FC 2-1: Benarkah Juku Eja Sudah Keluar dari Zona Degradasi?
Dusan Lagator merayakan gol pembuka PSM Makassar ke gawang Bhayangkara FC dalam laga Super League 2025/2026, Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (4/5/2026) (Foto: Istimewa)

MAHA SUARA, PAREPARE – PSM Makassar meraih kemenangan krusial saat menghadapi Bhayangkara FC dalam lanjutan Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (4/5/2026) sore, Juku Eja menang 2-1 dan mulai menjauh dari ancaman zona degradasi.

Namun, pertanyaannya kini: apakah kemenangan ini cukup untuk memastikan PSM benar-benar keluar dari zona merah?

Sejak awal laga, PSM Makassar tampil disiplin dengan pendekatan taktis yang lebih berhati-hati. Tim asuhan Ahmad Amiruddin tampak tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri, mengingat posisi mereka sebelumnya masih rawan di papan bawah klasemen.

Gol pembuka PSM akhirnya lahir di penghujung babak pertama. Dusan Lagator mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45+2 setelah memanfaatkan peluang di kotak penalti. Gol tersebut sempat membangkitkan optimisme publik tuan rumah.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Bhayangkara FC langsung merespons cepat lewat Hendri Doumbia yang mencetak gol penyeimbang hanya dua menit berselang. Skor 1-1 menutup babak pertama dengan tensi pertandingan yang semakin meningkat.

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC tampil lebih agresif dan berani menekan pertahanan PSM. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal berbalik unggul.

Di tengah tekanan tersebut, PSM justru menunjukkan efektivitas permainan. Mengandalkan skema serangan balik cepat, Juku Eja berhasil mencuri gol kedua pada menit ke-72. Luka Cumic menjadi pahlawan setelah melakukan aksi solo run yang diakhiri sepakan mendatar, mengecoh kiper Aqil Savik.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan PSM dalam laga ini. Meski Bhayangkara FC terus menggempur hingga menit akhir, pertahanan solid PSM mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membawa PSM Makassar mengoleksi 34 poin dan naik ke peringkat ke-13 klasemen sementara. Mereka berhasil menggeser Persijap Jepara dan kini berjarak tujuh poin dari Persis Solo yang berada di zona degradasi.

Secara matematis, jarak tersebut memberi napas lebih lega bagi PSM. Namun secara kompetitif, posisi mereka belum sepenuhnya aman.

Dengan beberapa laga tersisa, potensi perubahan klasemen masih terbuka, terutama jika tim-tim di zona bawah mampu meraih hasil positif secara konsisten.

Di sisi lain, Bhayangkara FC harus puas tertahan di peringkat ketujuh dengan 47 poin. Kekalahan ini membuat mereka gagal menyalip Dewa United yang sebelumnya meraih kemenangan atas Semen Padang.

Kemenangan atas Bhayangkara FC bisa menjadi momentum penting bagi PSM Makassar. Selain menambah poin, hasil ini juga meningkatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi laga-laga berikutnya.

Meski demikian, konsistensi tetap menjadi kunci. Jika mampu mempertahankan performa dan disiplin permainan seperti dalam laga ini, peluang Juku Eja untuk benar-benar keluar dari ancaman degradasi akan semakin terbuka.

Jadi, apakah PSM Makassar sudah keluar dari zona degradasi? Secara posisi, iya—untuk sementara. Namun secara perjuangan, mereka masih harus membuktikannya hingga akhir musim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi