banner 728x250
Berita  

Ketua Umum PBNU Gus Yahya: Keputusan Rapat Syuriyah 20 November Tidak Sah

Ketua Umum PBNU Gus Yahya: Keputusan Rapat Syuriyah 20 November Tidak Sah
Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, menghadiri Rapat Koordinasi PWNU se-Indonesia di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Sabtu malam (22/11/2025) (Foto: Istimewa).
banner 120x600
banner 468x60

MAHASUARA, SURABAYA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025 yang meminta dirinya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum, tidak memiliki dasar hukum dan konstitusi.

Pernyataan itu disampaikan Gus Yahya usai menghadiri Rapat Koordinasi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Sabtu malam hingga Ahad dini hari.

banner 325x300

Menurut Gus Yahya, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBNU jelas menyatakan bahwa rapat harian Syuriyah tidak berwenang untuk memberhentikan Ketua Umum PBNU, bahkan fungsionaris lainnya seperti wakil sekretaris jenderal atau ketua lembaga.

“Jika ada yang menilai rapat harian Syuriyah bisa memaksa Ketua Umum mundur, saya pastikan itu bertentangan dengan konstitusi AD/ART PBNU,” tegas Gus Yahya.

Isu pemakzulan Gus Yahya muncul setelah beredarnya dokumen risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Dalam dokumen tersebut, Gus Yahya diminta mengundurkan diri dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan rapat, jika tidak, Syuriyah PBNU berencana memberhentikannya secara resmi. Rapat harian itu dihadiri 37 dari total 53 anggota pengurus harian Syuriyah.

Menanggapi rumor yang berkembang, Gus Yahya menyatakan dirinya sama sekali tidak terbesit untuk mundur.

“Saya diamanahkan oleh Muktamar untuk memimpin PBNU dalam periode lima tahun. Ketua PWNU se-Indonesia pun menyatakan tidak ingin saya mundur,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian Rais Syuriyah yang ditemuinya menyesali keputusan itu karena tidak mendapatkan informasi yang lengkap sebelumnya.

Gus Yahya menekankan pentingnya menjaga persatuan PBNU sebagai bagian integral dari wajah Indonesia. Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menahan diri dari prasangka buruk dan rumor yang tidak jelas asal-usulnya.

“Separuh wajah Indonesia ini adalah NU. Jika NU tidak baik, wajah Indonesia pun bisa ikut terganggu,” kata Gus Yahya.

Rapat koordinasi PWNU se-Indonesia sendiri digelar setelah surat risalah rapat Syuriyah PBNU beredar.

Gus Yahya berharap pertemuan para kiai sepuh NU bisa mencari jalan keluar yang baik bagi masalah internal PBNU.

Ia menegaskan, upaya menjaga persatuan dan amanah Muktamar menjadi prioritas utama demi keberlangsungan organisasi dan kontribusinya bagi bangsa dan negara. (*)

Pewarta: Gusti

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *