MAHA SUARA, JAKARTA – Megawati Soekarnoputri menegaskan sikap keras terhadap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berpotensi menyelewengkan dana donasi bagi korban bencana alam di Sumatera.
Ketua Umum DPP PDIP itu mengingatkan bahwa dana kemanusiaan adalah amanah publik yang tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Peringatan tersebut disampaikan Megawati saat menghadiri peringatan Hari Ibu 2025 bertema Merawat Pertiwi yang digelar di Gedung Nyi Ageng Serang, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Dalam forum itu, PDIP sekaligus membuka penggalangan donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Megawati secara terbuka mengingatkan para kader, khususnya kaum perempuan PDIP, agar menjaga integritas dalam pengelolaan bantuan.
Ia bahkan menyampaikan ancaman sanksi tegas jika ada kader yang menyalahgunakan dana donasi.
“Awas lho ibu-ibu, kalau nyumbang-nyumbang Rp10 miliar, Rp5 miliar masuk sini,” ujar Megawati sambil menunjuk ke arah kantong bajunya. “Saya pecat kalian tahu,” lanjutnya.
Presiden kelima Republik Indonesia itu menekankan bahwa persoalan donasi bukan sekadar soal angka, melainkan soal nurani dan kemanusiaan.
Menurutnya, para kader harus mampu menempatkan diri pada posisi para korban yang saat ini tengah berjuang di lokasi bencana.
“Ke mana perikemanusiaan kalian? Kalian tidak melihat anak-anak seperti apa? Coba bayangkan kalau kita yang mengalami di situ bagaimana,” kata Megawati.
Ia juga menyentil kondisi para peserta acara yang duduk dengan nyaman, sementara korban bencana menghadapi situasi sulit. “Kita ini enak-enakan loh duduk di sini,” ujarnya.
Megawati menegaskan dirinya tidak ingin bantuan kemanusiaan dijadikan ajang pencitraan.
Ia menolak budaya pamer donasi yang sering kali justru mengaburkan esensi solidaritas sosial.
“Kalau saya, saya nggak mau ngomong. Karena nanti, ‘Wah, Bu Mega sudah menyumbangnya segini-segini’. Nggak,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyampaikan laporan sementara terkait penggalangan dana yang dilakukan partai.
Ia menyebut hingga saat ini dana yang terkumpul mencapai Rp3,2 miliar.
“Total donasi yang sudah terkumpul sampai hari ini sebesar Rp3,2 miliar dan akan terus kita buka,” kata Rano Karno.
Ia menjelaskan bahwa penggalangan dana secara simbolik dibuka hingga 22 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.
Namun demikian, Rano menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak dibatasi oleh waktu seremonial.
“Rencananya tanggal 22 Desember bertepatan Hari Ibu, tapi bukan berarti donasi kita tutup. Tidak,” ujarnya.
Pernyataan tegas Megawati ini menjadi penegasan sikap PDIP terkait pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana kemanusiaan.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap akuntabilitas bantuan sosial, pesan tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada korban bencana yang membutuhkan. (AAE)

















