MAHA SUARA, ACEH – Partai Golkar menyatakan komitmennya untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan longsor dengan menyalurkan bantuan awal senilai Rp1 miliar.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Sumatera, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Aceh yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Minggu (30/11/2025).
Meski kondisi bencana di hampir seluruh kabupaten/kota Aceh sangat memprihatinkan, Musda tetap digelar dengan pertimbangan matang.
Doli menegaskan, Musda dilaksanakan sesederhana mungkin untuk tetap menghormati situasi warga yang sedang menghadapi bencana.
“DPP Partai Golkar menginstruksikan agar kader di semua tingkatan segera berkoordinasi, bergerak, dan terlibat langsung membantu masyarakat terdampak,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan bantuan awal, Golkar Aceh juga membentuk Satgas Penanggulangan Bencana dan Rehabilitasi Pasca Bencana.
Satgas ini memiliki tugas jangka panjang mulai dari penanganan darurat, pembukaan posko bantuan, hingga pemulihan pascabencana di seluruh wilayah terdampak.
Doli menekankan bahwa seluruh potensi partai akan diarahkan untuk membantu masyarakat dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Melihat kondisi yang terus memburuk, Musda juga membuka peluang untuk merekomendasikan penetapan Aceh sebagai daerah darurat bencana nasional.
Doli menyebut bahwa rekomendasi itu akan diajukan kepada Presiden jika laporan dari pimpinan kabupaten/kota menunjukkan situasi yang sangat berat.
“Jika status darurat nasional ditetapkan, perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat tentu akan lebih besar,” kata Doli.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, T M Nurlif, menambahkan bahwa Musda digelar tanpa kemeriahan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat.
Banyak kader daerah yang tidak hadir karena sedang fokus membantu warganya menghadapi banjir.
Nurlif mengapresiasi bantuan awal Rp1 miliar dari DPP dan berharap langkah ini dapat memicu solidaritas dari seluruh kader.
“Kami berharap dapat mengumpulkan tambahan bantuan dari provinsi, kabupaten/kota, hingga keluarga besar Golkar untuk meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.
Musda dijadwalkan berlangsung hanya satu hari agar para kader bisa segera kembali ke daerah masing-masing dan aktif membantu penanganan bencana.
Dengan pembentukan Satgas Bencana dan dukungan finansial awal, Golkar berharap kehadiran partai dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh yang tengah menghadapi musibah. (AAE)

















