banner 728x250

Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sepang: Lorenzo Amati Peningkatan Signifikan Ducati GP26

Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sepang: Lorenzo Amati Peningkatan Signifikan Ducati GP26
Motor Ducati Desmosedici GP26 siap melaju di lintasan saat Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Kamis (05/02/2026) (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

MAHASUARA MALAYSIA – Tes Pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, menjadi panggung awal untuk membaca peta kekuatan tim-tim pabrikan jelang musim baru.

Salah satu sorotan utama tertuju pada Ducati Corse yang dinilai menunjukkan peningkatan signifikan melalui motor terbarunya, Desmosedici GP26.

banner 325x300

Penilaian tersebut datang dari mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, yang menyaksikan langsung jalannya tes dari pinggir lintasan.

Tes pramusim pertama MotoGP 2026 itu berlangsung selama tiga hari dan berakhir pekan lalu.

Pada hari terakhir, Kamis (5/2/2026), Alex Marquez tampil sebagai pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 56,402 detik.

Waktu tersebut dicetak saat sesi simulasi kualifikasi dan Sprint Race, di mana sebagian besar tim mengatur motor pada setelan performa maksimal.

Menariknya, Ducati Desmosedici mendominasi hasil catatan waktu. Lima pembalap Ducati menembus enam besar, dengan empat di antaranya mengisi posisi teratas.

Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, Marc Marquez, dan Francesco Bagnaia secara berurutan menempati posisi satu hingga empat, semuanya menggunakan motor spesifikasi terbaru GP26.

Dominasi ini langsung memunculkan dugaan bahwa Ducati masih akan menjadi kekuatan utama di MotoGP 2026.

Jorge Lorenzo menilai performa Ducati kali ini bukan sekadar cepat di atas kertas, tetapi juga terlihat matang secara karakter motor.

Menurutnya, GP26 tampak lebih stabil dan halus dibandingkan para pesaingnya, terutama saat keluar tikungan.

“Tampaknya Ducati sudah membuat langkah maju, sebuah langkah maju yang kuat. Dilihat dari pinggir trek, Ducati sangat halus, sangat elektrik, terutama saat keluar tikungan,” kata Lorenzo, dikutip dari Crash, Minggu (8/2/2026).

Lorenzo menjelaskan, keunggulan Ducati terlihat jelas pada fase kritis ketika pembalap mulai membuka gas dari sudut kemiringan maksimal.

Ia menilai motor GP26 mampu menjaga momentum tanpa kehilangan stabilitas, sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki motor-motor rival.

“Mereka sangat halus di sudut menikung maksimal dengan sekitar 20 persen bukaan gas. Tapi ketika motor mulai berdiri, mereka bisa menjaga momentum itu,” ujar Lorenzo dalam program Por Fuera.

Meski demikian, Lorenzo mengingatkan bahwa hasil tes di Sepang belum bisa menjadi kesimpulan mutlak untuk keseluruhan musim.

Menurutnya, karakter sirkuit yang berbeda bisa memberikan gambaran lain, terutama bagi pabrikan seperti KTM dan Aprilia.

“Motor lain terlihat lebih nervous. Tapi Alex, Marc, dan Pecco menjalani simulasi Sprint Race yang sangat kuat. Namun ini baru satu trek. Bisa saja KTM dan Aprilia lebih dekat di sirkuit lain. Segalanya bisa berubah dengan cepat dari trek ke trek, meski Ducati memang terlihat sangat kuat,” tandasnya.

Setelah tes di Sepang, para pembalap MotoGP dijadwalkan mengikuti tes pramusim kedua di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pada 21–22 Februari 2026.

Sirkuit yang sama juga akan menjadi lokasi seri pembuka MotoGP Thailand 2026 yang digelar pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang.

Tes tersebut diperkirakan akan menjadi penentu sejauh mana dominasi Ducati bisa berlanjut saat musim resmi dimulai. (AEK)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *