MAHA SUARA, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membangun sekolah terintegrasi yang mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas.
Program tersebut disebut sebagai salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Purbaya menyampaikan bahwa konsep sekolah terintegrasi ini dirancang tidak sekadar sebagai fasilitas pendidikan biasa, melainkan sebagai pusat pembelajaran terpadu yang dilengkapi sarana modern, lingkungan belajar yang luas, serta tenaga pendidik terbaik di bidangnya.
Sekolah ini akan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan yang terkelola secara terpusat.
“Saya ceritakan sedikit rahasia Presiden Prabowo. Beliau punya cita-cita membangun sekolah terintegrasi. Satu sekolah dianggarkan sekitar Rp300 miliar, luasnya beberapa hektare, lengkap dari SD sampai SMA, dan gurunya adalah yang terbaik,” ujar Purbaya dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada publik.
Menurut Bendahara Negara, rencana awal pemerintah adalah membangun sekitar 40 sekolah terintegrasi sebagai proyek percontohan.
Total anggaran yang disiapkan untuk tahap awal tersebut diperkirakan mencapai Rp12 triliun. Dana tersebut telah masuk dalam perencanaan fiskal Kementerian Keuangan sebagai bagian dari investasi jangka panjang di sektor pendidikan.
Sebanyak 7000 Sekolah Akan Dibangun
Purbaya menegaskan bahwa meskipun biaya pembangunan sekolah terintegrasi terbilang besar, pemerintah akan memastikan akses pendidikan tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Biaya masuknya tidak akan dibuat mahal. Ini bukan sekolah elit tertutup, tapi model pendidikan unggulan yang bisa direplikasi,” katanya.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa jumlah 40 sekolah tersebut sejatinya belum mencerminkan ambisi penuh Presiden Prabowo.
Ia menyebut, kepala negara memiliki visi jauh lebih besar, yakni membangun hingga 7.000 sekolah terintegrasi di seluruh Indonesia secara bertahap.
“Cita-cita Presiden sebenarnya bukan 40, tapi 7.000 sekolah. Saya sampai sakit perut dengarnya. Kalau dihitung-hitung, itu bisa lebih dari Rp1.000 triliun. Tapi beliau bilang, lakukan bertahap, kalau hasilnya bagus, kita perluas terus,” ungkap Purbaya.
Dalam implementasinya, Kementerian Keuangan juga membuka peluang keterlibatan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), badan usaha milik negara di bawah naungan Kemenkeu, untuk mengkaji dan melaksanakan pembangunan sekolah terintegrasi tersebut.
PT SMI diminta mempelajari model pembangunan, skema pembiayaan, serta kemungkinan pelaksanaan pilot project dalam waktu dekat.
“Kalau memang siap, mereka bisa jalani pilot project-nya. Paling tidak dua sekolah bisa mulai dibangun tahun depan,” jelas Purbaya.
Pemerintah menilai pembangunan sekolah terintegrasi ini sebagai investasi strategis bagi keberlanjutan bangsa.
Dengan sistem pendidikan yang kuat dan merata, Prabowo berharap kualitas generasi muda Indonesia dapat meningkat signifikan dan mampu bersaing di tingkat global. (AAE)

















