banner 728x250
Berita  

Purbaya Tak Bisa Tidur Jelang Tutup Buku APBN 2025, Menanti Dana Masuk

Purbaya Tak Bisa Tidur Jelang Tutup Buku APBN 2025, Menanti Dana Masuk
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan terkait perkembangan realisasi APBN 2025 dalam keterangannya,.di Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025) (Foto; Istimewa).
banner 120x600
banner 468x60

MAHA SUARA, JAKARTA – Menjelang detik-detik penutupan buku Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui mengalami tekanan yang tidak ringan.

Sebagai Bendahara Negara di tahun pertamanya, Purbaya bahkan menyebut dirinya tidak bisa tidur lantaran terus memantau realisasi penerimaan negara yang masih bergerak hingga menit terakhir.

banner 325x300

Hal tersebut disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).

Ia mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak tahun ini berada sedikit di bawah target yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisi itu berdampak pada proyeksi defisit APBN 2025 yang melebar dari outlook awal sebesar 2,78 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Income-nya agak sedikit di bawah prediksi kita sehingga defisitnya lebih lebar dari perkiraan semula,” ujar Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa angka defisit APBN 2025 masih berada dalam batas aman dan tidak melampaui ketentuan perundang-undangan.

Pemerintah, kata dia, memastikan defisit tetap terjaga di bawah ambang batas maksimal 3 persen PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“Yang jelas kami tidak melanggar UU 3 persen dan kami komunikasi terus dengan DPR,” kata Purbaya.

Menurut Purbaya, hingga beberapa jam menjelang tutup buku pada pukul 23.59 WIB, angka realisasi APBN masih terus bergerak.

Ia menyebut masih terdapat potensi dana masuk pada menit-menit terakhir, sehingga pemerintah belum bisa menyampaikan angka final kinerja APBN 2025.

“Angkanya geser terus nih sampai malam nih. Detik-detik ini banyak uang masuk juga,” ucapnya.

Purbaya mengakui, pengalaman pertamanya menutup buku APBN memberikan kesan mendalam.

Ia mengaku sempat mengira bahwa seorang Menteri Keuangan akan lebih tenang saat memasuki tanggal 31 Desember. Namun realitas yang dihadapinya justru sebaliknya.

“Baru tahu saya. Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember sudah tenang, rupanya belum tuh. Semalam saja saya nggak bisa tidur, uangnya masuk nggak ya, uangnya masuk nggak ya? Defisitnya bisa melebar,” tutur Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah masih terus melakukan pemantauan hingga proses tutup buku resmi selesai.

Detail lengkap mengenai kinerja APBN 2025, termasuk angka pasti defisit dan realisasi pendapatan negara, akan diumumkan secara resmi dalam konferensi pers pada pekan depan.

“Ini kan masih bergerak nih, minggu depan deh pastinya,” ujarnya.

Pemerintah berharap, meskipun menghadapi tekanan penerimaan di akhir tahun, stabilitas fiskal tetap terjaga dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara tidak terganggu. (ARS)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *