MAHA SUARA, MAKASSAR – PSM Makassar kembali mendapat kejutan besar menjelang paruh kedua Super League 2025/2026.
Lucas Dias do Serafim Nascimento, atau yang akrab disapa Lucas Dias, resmi mengundurkan diri dari skuad Juku Eja setelah melewati 13 pekan kompetisi.
Keputusan ini sontak mengundang tanda tanya publik, terlebih karena sang pemain merupakan salah satu aset termahal PSM.
Lucas Dias bergabung dengan PSM Makassar pada awal musim 2025/2026 dan mulai mengikuti latihan pada 4 Juli 2025.
Harapan besar langsung disematkan kepadanya. Dengan nilai pasar Rp6,08 miliar, ia bersama Savio Roberto menjadi pemain termahal kedua dalam tim, hanya berada di bawah bek tangguh Yuran Fernandes yang bernilai Rp6,95 miliar.
Status tersebut membuat ekspektasi suporter menggunung, apalagi performanya di pramusim sempat mencuri perhatian.
Di masa persiapan, pemain berusia 28 tahun itu tampil menonjol. Kecepatan, dribbling, dan gocekannya yang khas ala pesepakbola Brasil membuat lini serang PSM terlihat lebih hidup.
Beberapa gol spektakuler lahir dari kakinya tendangan jarak jauh keras hingga aksi cut inside di sisi sayap kanan disertai sepakan kaki kiri yang mematikan. Namun kenyataan di kompetisi berbeda jauh dari gambaran awal.
Dari 13 laga Super League, Lucas Dias hanya tampil sembilan kali dengan total 410 menit bermain.
Rata-ratanya pun hanya 45,5 menit per pertandingan. Meski berhasil mencetak dua gol dan satu assist, menit bermain minim tersebut menunjukkan bahwa ia tidak masuk dalam pilihan utama pelatih.
Di sektor sayap kanan, posisinya kalah bersaing dengan pemain muda Victor Dethan yang tengah naik daun dan tampil konsisten memakai nomor punggung 7.
Pada Kamis (11/12/2025), Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, mengonfirmasi pengunduran diri Lucas Dias.
Ia menyebut alasan keluarga menjadi faktor utama kepergian sang pemain. Manajemen PSM, kata Sulaiman, menghormati keputusan pribadi tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kontribusi Lucas selama berseragam Juku Eja.
“Lucas Dias telah berpamitan. Ia mengundurkan diri karena alasan keluarga. Kami berterima kasih atas sumbangsihnya. Semoga sukses di mana pun berada,” ujarnya.
Pengamat sepak bola, Imran Amirullah, ikut menanggapi keputusan tersebut. Menurutnya, mundurnya seorang pemain selalu memiliki alasan tertentu yang tidak diketahui publik.
Ia menilai PSM tidak akan terpengaruh secara signifikan karena memiliki banyak opsi pemain berkualitas di posisi sayap, mulai dari Victor Dethan hingga Dzaky Asraf, Ricky Pratama, Gala Pagamo, Jacques Medina, dan Abdul Rahman.
Di tengah PSM yang kini berada di peringkat kedelapan dengan 19 poin, kepergian Lucas Dias tentu meninggalkan catatan tersendiri.
Ia datang sebagai harapan besar, bersinar di pramusim, namun pergi tanpa sempat menjadi pemain utama.
Meski demikian, manajemen dan suporter tetap mendoakan langkah baru kariernya—sebuah penutup yang elegan dari perjalanan singkatnya bersama Ayam Jantan dari Timur. (AEK)

















