banner 728x250

Kuliner Wajib Imlek 2026: Dari Lou Hei hingga Kue Keranjang Sarat Makna

Kuliner Wajib Imlek 2026: Dari Lou Hei hingga Kue Keranjang Sarat Makna
Aneka hidangan khas Imlek seperti Lou Hei, ikan kukus, dan kue keranjang tersaji dalam perayaan Tahun Baru Imlek, Kamis (19/02/2026) (Foto: Ilustrasi/Istimewa).
banner 120x600
banner 468x60

MAHA SUARA, JAKARTA –  Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 kembali menghadirkan beragam tradisi kuliner yang sarat makna dan filosofi.

Di berbagai negara Asia, kuliner khas Imlek bukan sekadar santapan keluarga, tetapi juga simbol harapan akan kemakmuran, kesehatan, dan keberuntungan di tahun yang baru.

banner 325x300

Dilansir dari Simplot Foods, sejumlah makanan khas selalu hadir dan menjadi favorit saat Imlek.

Setiap sajian memiliki cerita budaya yang kuat dan cara penyajian yang unik, mencerminkan nilai kebersamaan dalam perayaan Tahun Baru China tersebut.

Di Malaysia dan Singapura, masyarakat mengenal hidangan Lou Hei atau Yu Sheng.

Makanan warna-warni ini terdiri dari irisan ikan mentah, sayuran segar, pomelo, kacang tanah, kerupuk, serta saus plum.

Tradisi menyantap Lou Hei biasanya dilakukan pada hari ketujuh Imlek yang dikenal sebagai Renri atau hari kelahiran manusia.

Dalam prosesi tersebut, keluarga atau kerabat akan bersama-sama mengaduk dan melempar campuran Yu Sheng setinggi mungkin.

Semakin tinggi lemparan, dipercaya semakin besar pula harapan kemakmuran di tahun yang baru.

Tradisi ini menjadi simbol optimisme sekaligus mempererat kebersamaan keluarga.

Sementara itu di Vietnam, masyarakat memiliki kue tradisional bernama Kue Chung. Kudapan ini terbuat dari beras ketan, daging babi, dan kacang hijau yang dibungkus daun bambu membentuk persegi.

Proses pembuatannya kerap menjadi momen kebersamaan, ketika anggota keluarga duduk melingkar di sekitar api unggun sambil berbagi cerita kehidupan.

Di China, ikan utuh kukus menjadi menu utama yang hampir tidak pernah absen di meja makan keluarga saat malam Imlek.

Dalam bahasa Tionghoa, kata “ikan” memiliki pelafalan yang mirip dengan kata “surplus” atau kelebihan rezeki. Karena itu, menyantap ikan diyakini sebagai doa agar keuangan keluarga terus bertambah.

Secara simbolis, masyarakat biasanya menyisakan sebagian ikan atau memakan kepala dan ekornya sebagai lambang harapan memulai dan mengakhiri tahun dengan keberuntungan yang berlimpah.

Di Indonesia, suasana Imlek juga tidak kalah meriah. Berbagai hidangan seperti mie panjang umur, kue bulan, dan terutama kue keranjang menjadi sajian wajib di banyak keluarga.

Kue keranjang sendiri melambangkan kelekatan hubungan keluarga sekaligus harapan peningkatan rezeki dari tahun ke tahun.

Selain tradisi kuliner rumahan, perayaan Imlek 2026 juga diramaikan promo restoran.

Salah satunya ditawarkan oleh jaringan restoran Gyukaku yang menghadirkan program Lunar New Year sepanjang 2–28 Februari 2026.

Manajemen Gyukaku memberikan potongan harga 15 persen untuk paket buffet pada hari kerja Senin hingga Jumat.

Sementara itu, diskon 5 persen berlaku pada akhir pekan Sabtu–Minggu termasuk hari libur nasional dan cuti bersama.

Promo tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin merayakan Imlek bersama keluarga di luar rumah.

Dengan ragam hidangan penuh filosofi dan berbagai penawaran menarik, perayaan Tahun Baru Imlek 2026 kembali menegaskan bahwa tradisi kuliner tetap menjadi jantung perayaan yang tidak terpisahkan.

Keterangan foto: Sajian Lou Hei dan kue keranjang menjadi hidangan khas yang selalu hadir saat perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *