banner 728x250
Budaya  

Nataru 2025, TMII Dipadati Wisatawan Lokal dan Asing Berburu Edukasi Budaya

Nataru 2025, TMII Dipadati Wisatawan Lokal dan Asing Berburu Edukasi Budaya
Wisatawan asal Malaysia menikmati kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saat libur Natal dan Tahun Baru, Jakarta, Sabtu (27/12/2025) (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

MAHA SUARA, JAKARTA – Suasana libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa denyut keramaian tersendiri di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Destinasi wisata budaya ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan, tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.

banner 325x300

Nuansa hijau, deretan anjungan rumah adat, serta kemudahan akses transportasi menjadikan TMII sebagai pilihan favorit mengisi libur panjang akhir tahun.

Salah satu pengunjung yang mencuri perhatian adalah Arief, wisatawan asal Melaka, Malaysia.

Ditemui di kawasan TMII, Sabtu (27/12/2025), Arief mengaku sengaja datang bersama keluarga besarnya karena penasaran dengan kekayaan budaya Indonesia yang ditampilkan dalam bentuk rumah adat dari berbagai daerah.

Menurutnya, TMII menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata perkotaan lainnya.

“Kami sebelumnya sudah cek di internet, ternyata di Taman Mini ini banyak sekali bangunan rumah-rumah berbagai daerah. Jadi kami penasaran dan akhirnya mengajak seluruh keluarga ke sini,” ujar Arief.

Ia datang bersama kedua orang tuanya, saudara kandung, hingga para keponakan, menjadikan kunjungan ini sebagai momen kebersamaan keluarga di tengah libur Nataru.

Arief menuturkan, selama empat hari berada di Jakarta, TMII menjadi salah satu destinasi yang paling berkesan.

Lingkungan yang hijau, udara yang terasa sejuk, serta minimnya polusi membuat keluarganya merasa nyaman berkeliling, termasuk saat membawa anak-anak.

“Bagus ya, banyak pohon, nggak pengap. Anak-anak juga senang karena bisa lihat macam-macam rumah adat,” katanya.

Tak hanya wisatawan mancanegara, TMII juga ramai dikunjungi wisatawan domestik.

Bulan, remaja asal Bandung, datang bersama empat orang temannya untuk menikmati liburan perdana mereka ke Jakarta.

Ia mengaku TMII dipilih karena akses transportasinya yang mudah dan ramah bagi pengguna angkutan umum.

“Kita ke Jakarta naik transportasi umum, jadi ke TMII ini gampang. Tadi naik Transjakarta, terus lanjut Jaklingko,” ucap Bulan.

Selain faktor akses, kekayaan visual TMII juga menjadi daya tarik utama bagi kalangan anak muda. Deretan bangunan adat dari berbagai provinsi menjadi latar favorit untuk berfoto.

Bulan menyebut, hampir setiap sudut TMII terasa Instagramable dan cocok untuk mengabadikan momen liburan.

“Di sini banyak spot foto. Keliling sambil foto-foto, seru banget,” tuturnya.

Ramainya pengunjung selama libur Nataru menunjukkan bahwa TMII masih memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata edukasi budaya.

Kehadiran wisatawan asing dan lokal sekaligus menjadi sinyal positif bahwa wisata berbasis budaya tetap diminati di tengah gempuran wisata modern.

TMII tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman belajar mengenal keberagaman Indonesia dalam satu kawasan, menjadikannya ruang temu budaya yang hidup di momentum liburan akhir tahun. (AAE)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *