banner 728x250
Berita  

Prabowo Subianto ke AS, Bahas Tarif Dagang dengan Donald Trump

Prabowo Subianto ke AS, Bahas Tarif Dagang dengan Donald Trump
Presiden Prabowo Subianto memberikan salam hormat sebelum memasuki pesawat menuju kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (16/2/2026) (Foto: Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

MAHASUARA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat, dengan agenda utama perundingan tarif dagang dan penguatan kerja sama ekonomi strategis bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Lawatan ini dipandang sebagai langkah penting dalam mengamankan kepentingan nasional Indonesia di tengah dinamika perdagangan global yang kian kompetitif.

banner 325x300

Berdasarkan keterangan Biro Sekretariat Presiden, Prabowo dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (16/2/2026).

Presiden didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Keberangkatan kepala negara dilepas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Kepala BIN Herindra.

Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Trump dijadwalkan membahas penguatan hubungan Indonesia–Amerika Serikat, khususnya dalam sektor perdagangan, investasi, energi, dan penguatan rantai pasok global.

Salah satu agenda penting adalah rencana penandatanganan pakta perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ART).

Sebelum bertolak ke Washington, Presiden menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri bidang ekonomi pada Minggu (15/2) malam.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Mensesneg Prasetyo Hadi.

Rapat tersebut difokuskan untuk mematangkan posisi Indonesia dalam perundingan tarif dan memastikan setiap langkah diplomasi ekonomi berpihak pada kepentingan nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden menginginkan hasil konkret dari perundingan tersebut.

“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat, adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangannya, Senin (16/02/026).

Ia menambahkan, Presiden menekankan bahwa perundingan ekonomi tidak boleh semata bersifat transaksional jangka pendek.

“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” ungkapnya.

Selain agenda perdagangan, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Trump pada 19 Februari mendatang.

Forum tersebut disebut akan membahas stabilitas global dan peran negara-negara mitra strategis dalam menjaga perdamaian serta ketahanan ekonomi dunia.

Kunjungan ini menjadi salah satu ujian awal diplomasi ekonomi pemerintahan Prabowo dalam membangun keseimbangan hubungan dagang dengan kekuatan ekonomi besar dunia.

Di tengah tekanan proteksionisme dan fluktuasi tarif internasional, Indonesia berupaya memastikan akses pasar tetap terbuka sekaligus mendorong hilirisasi industri nasional agar memiliki daya saing lebih kuat di pasar global.

Langkah diplomatik di Washington ini diharapkan menghasilkan terobosan konkret yang tidak hanya memperluas pasar ekspor Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi industri dalam negeri dalam rantai pasok global. (ARS)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *