Berita  

SD Inpres Baraya Makassar 1 Kejar Adiwiyata Nasional

PLT Kepala Sekolah SD Inpres Baraya 1, Sitti Hasmi Soroti Keterbatasan

SD Inpres Baraya Makassar 1 Kejar Adiwiyata Nasional
PLT Kepala SD Inpres Baraya 1, Sitti Hasmi, S.Pd.I saat ditemui awak media membahas target Adiwiyata Nasional di ruang kerjanya, Makassar, Sabtu (25/4/2026) (Foto: Istimewa)

MAHASUARA.ID, MAKASSAR – SD Inpres Baraya 1 di Kota Makassar terus memacu diri untuk meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah keterbatasan fasilitas dan status kepemimpinan yang belum definitif.

Sekolah dengan jumlah siswa sekitar 536 orang ini saat ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah, Sitti Hasmi, S.Pd.I.

Dalam kurun waktu sekitar 1,2 tahun masa kepemimpinannya, berbagai upaya pembenahan telah dilakukan, khususnya dalam mendukung target besar menuju sekolah berwawasan lingkungan tingkat nasional.

Ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (25/4/2026), Sitti Hasmi mengungkapkan bahwa pencapaian Adiwiyata Nasional bukan hanya soal program lingkungan, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik sekolah hingga kelengkapan administrasi.

“Yang menarik dari perjuangan kita hingga pencapaian Adiwiyata, salah satu syaratnya adalah memperhatikan wajah sekolah hingga kelengkapan administrasi,” ujarnya.

SD Inpres Baraya 1 sebelumnya telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2019.

Capaian tersebut menjadi modal awal sekaligus motivasi untuk naik ke level nasional. Namun, dalam perjalanannya, sekolah masih menghadapi sejumlah kendala yang belum terselesaikan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah belum diperbaruinya papan informasi Dana BOS serta papan profil guru yang telah lama tidak diganti sejak tahun 2023. Padahal, transparansi dan kelengkapan informasi merupakan bagian penting dalam penilaian sekolah Adiwiyata.

Sitti Hasmi mengakui kondisi tersebut, namun ia juga menjelaskan bahwa statusnya sebagai PLT membuatnya berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang bersifat permanen.

“Saat ini saya masih belum berani menggantinya karena merasa belum definitif sebagai kepala sekolah tetap,” jelasnya.

BACA JUGA:

Indonesia Bidik Kursi Komite Warisan Budaya Dunia UNESCO Periode 2026–2030

Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap.

Beberapa program kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan bagi siswa tetap berjalan aktif.

Selain itu, keterlibatan warga sekolah, mulai dari guru hingga siswa, terus didorong agar memiliki kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekolah. Hal ini dinilai sebagai salah satu kunci utama dalam memenuhi indikator Adiwiyata Nasional.

Di sisi lain, jumlah siswa yang cukup besar juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan lingkungan sekolah. Namun, kondisi tersebut justru dijadikan peluang untuk memperkuat budaya peduli lingkungan sejak dini.

Dengan latar belakang sebagai guru agama, Sitti Hasmi juga mengintegrasikan nilai-nilai moral dan keagamaan dalam membangun karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ia berharap, ke depan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah sebagai mitra pemerintah, dapat membantu percepatan pembenahan fasilitas yang masih menjadi kendala utama.

“Kami tetap optimis. Walaupun masih banyak kekurangan, kami akan terus berusaha semaksimal mungkin agar target Adiwiyata Nasional bisa tercapai,” tutupnya.

Upaya SD Inpres Baraya 1 ini menjadi gambaran bahwa komitmen dan konsistensi tetap menjadi faktor penting dalam meraih prestasi, meskipun di tengah keterbatasan. Target Adiwiyata Nasional kini bukan sekadar mimpi, melainkan tujuan yang terus diperjuangkan secara bertahap dan ,berkelanjutan. (*)

Pewarta: Moko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *