MAHASUARA, JAKARTA – Pasar otomotif nasional masih berada dalam tekanan sejak 2024.
Perlambatan daya beli masyarakat, dinamika ekonomi global, serta ketidakpastian kebijakan pemerintah membuat pertumbuhan penjualan mobil baru belum sepenuhnya pulih.
Memasuki 2026, kondisi tersebut dinilai masih berlanjut, meski dengan peluang baru di segmen kendaraan ramah lingkungan, khususnya mobil hybrid.
Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini arah pasar otomotif nasional masih sulit diprediksi secara pasti.
Namun, ia menilai performa pasar mobil baru tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan capaian sepanjang 2025.
Menurut Budi, dengan kondisi pasar yang cenderung stagnan dan tidak tumbuh agresif, fokus pabrikan bukan lagi sekadar mengejar pertumbuhan besar, melainkan memaksimalkan peluang yang tersedia.
Chery, kata dia, memilih strategi adaptif dengan menyesuaikan portofolio produk terhadap kebutuhan konsumen dan kondisi pasar terkini.
“Target kami sebanyak-banyaknya. Dalam kondisi pasar seperti ini, yang penting bagaimana kami bisa menangkap peluang yang ada,” ujar Budi, dikutip dalam keterangannya di jakarta, Sabtu (07/02/2026).
Salah satu strategi utama yang ditempuh Chery adalah menghadirkan produk dengan harga kompetitif di Tanah Air.
Dalam beberapa waktu terakhir, pabrikan asal China tersebut semakin agresif meluncurkan model-model hybrid sebagai respons atas meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Terbaru, Chery resmi meluncurkan C5 CSH pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Model hybrid ini dibanderol Rp 399,9 juta on the road Jakarta.
Kehadiran C5 CSH memperkuat lini produk hybrid Chery di Indonesia sekaligus menegaskan keseriusan perusahaan dalam menggarap segmen tersebut.
Budi menilai segmen hybrid pada 2026 berpotensi tumbuh signifikan dibandingkan segmen kendaraan konvensional.
Selain menawarkan efisiensi bahan bakar, mobil hybrid dinilai menjadi pilihan transisi yang realistis bagi konsumen yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni.
“Kalau dari sisi kami, kami menargetkan minimal 40 persen dari total penjualan merupakan kontribusi dari hybrid,” paparnya.
Target tersebut menunjukkan ambisi Chery untuk menjadi pemain dominan di segmen hybrid nasional.
Di tengah tekanan pasar otomotif secara umum, Chery melihat hybrid sebagai ceruk yang masih terbuka lebar, terutama bagi konsumen perkotaan yang menginginkan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan harga.
Dengan strategi harga kompetitif, perluasan jaringan, serta peluncuran produk berkelanjutan, Chery optimistis dapat mempertahankan momentum penjualan di Indonesia, meski pasar otomotif nasional belum sepenuhnya pulih. (AEK)















