đź’š Donasi
Ă—

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

đź’š Donasi
Ă—

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

Peredaran Narkoba di Gowa Kian Masif, Satnarkoba Ajak Media Perkuat Edukasi Publik

Diskusi Satnarkoba Polres Gowa: Jaringan Narkoba Semakin Sulit Dideteksi, Remaja Jadi Sasaran

Peredaran Narkoba di Gowa Kian Masif, Satnarkoba Ajak Media Perkuat Edukasi Publik
IPDA Hamsir, A. Md., S.H., KBO Satnarkoba Polres Gowa, saat menjelaskan perkembangan peredaran narkoba kepada awak media dalam diskusi santai sebagai upaya memperkuat edukasi publik dan sinergi pencegahan narkotika di Kabupaten Gowa. Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2026) (Foto: Istimewa)

MAHASUARA.ID, GOWA – Peredaran narkoba di Kabupaten Gowa kian menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Aparat kepolisian mengungkap bahwa jaringan peredaran narkotika saat ini semakin masif, terstruktur, dan sulit dideteksi.

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat, terutama karena mulai menyasar generasi muda hingga kalangan di bawah umur.

Hal tersebut mencuat dalam diskusi santai yang digelar Satuan Reserse Narkoba bersama awak media sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menghadapi kejahatan narkotika yang terus berkembang.

Kegiatan ini dipimpin oleh KBO Satnarkoba Polres Gowa, IPDA Hamsir, A. Md., S.H.

Dalam keterangannya, IPDA Hamsir menegaskan bahwa pola peredaran narkoba saat ini telah mengalami perubahan signifikan.

Jika sebelumnya transaksi dilakukan secara konvensional, kini jaringan narkotika bergerak lebih rapi dengan memanfaatkan berbagai celah, termasuk teknologi dan pola komunikasi tertutup.

“Peredaran narkoba sekarang tidak lagi sederhana. Jaringannya semakin terstruktur dan sulit dilacak. Mereka menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Ini ancaman serius bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena yang semakin memprihatinkan, yakni meningkatnya jumlah pengguna dari kalangan remaja. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit kasus yang mulai menyentuh anak-anak di bawah umur.

Hal ini dinilai sebagai indikasi bahwa peredaran narkotika telah masuk ke lingkungan yang sebelumnya dianggap aman.

Selain itu, IPDA Hamsir mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan rokok elektrik atau vape yang kini mulai dianggap sebagai hal biasa di lingkungan keluarga.

Ia menilai, normalisasi penggunaan vape tanpa pengawasan dapat membuka celah terhadap penyalahgunaan narkotika jenis sintetis dalam bentuk liquid.

“Ketika rokok elektrik dianggap lumrah, ada potensi disalahgunakan untuk zat berbahaya. Ini yang harus kita waspadai bersama. Jangan sampai kelengahan kita dimanfaatkan oleh jaringan narkoba,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, awak media turut memberikan berbagai masukan kritis terkait penanganan kasus narkotika di Gowa.

BACA JUGA:

343 Jamaah Haji Gowa Berangkat ke Tanah Suci, Polres Gowa Kerahkan 50 Personel Pengamanan

Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Gowa Berhasil Menangkap 1 Tersangka

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya transparansi dalam proses penegakan hukum serta penguatan langkah preventif melalui edukasi yang menyasar sekolah dan lingkungan masyarakat.

Media dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran publik terhadap bahaya narkoba. Tidak hanya sebagai penyampai informasi, media juga diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dan membangun opini yang berpihak pada upaya pencegahan.

IPDA Hamsir pun menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata.

Diperlukan kolaborasi yang kuat antara kepolisian, media, pemerintah, dan masyarakat untuk memutus rantai peredaran narkotika yang semakin kompleks.

“Media punya peran besar. Bukan hanya memberitakan, tapi juga mengedukasi. Ini bagian dari tanggung jawab bersama dalam melindungi generasi kita dari ancaman narkoba,” katanya.

Ia menambahkan, jika tidak ada langkah serius dan kolaboratif, maka dampak narkoba akan semakin meluas dan merusak tatanan sosial secara sistematis.

“Kalau kita lengah, narkoba akan menghancurkan generasi kita. Ini bukan lagi persoalan individu, tapi sudah menjadi ancaman sosial yang nyata,” tutupnya.

Melalui diskusi ini, Satnarkoba Polres Gowa menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan upaya penindakan sekaligus pencegahan.

Edukasi publik yang masif, keterlibatan media, serta kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman peredaran narkoba yang kian masif di Kabupaten Gowa.

Upaya kolektif ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika sekaligus menyelamatkan generasi muda dari bahaya laten yang terus mengintai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

đź’š Donasi
Ă—

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi