Berita  

Kepala Sekolah dan Guru Wajo Dibekali AI, Literasi Numerasi, dan Strategi Pendidikan Inklusi

Bimtek Kepala Sekolah se-Wajo Tekankan Pembelajaran Inklusif dan Teknologi AI

Kepala Sekolah dan Guru Wajo Dibekali AI, Literasi Numerasi, dan Strategi Pendidikan Inklusi
Guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Wajo mengikuti pemaparan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait AI, literasi numerasi, dan pendidikan inklusi. Makassar, Minggu (10/5/2026) (Foto: Arya)

MAHASUARA.ID, MAKASSAR – Kepala Sekolah dan guru se-Kabupaten Wajo mendapatkan penguatan kapasitas melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang membahas kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), literasi numerasi, serta strategi pendidikan inklusi di Grand Asia Hotel, Makassar, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini diselenggarakan oleh CV Adijaya Consulting dan berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026.

Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik di Kabupaten Wajo dalam menghadapi transformasi sistem pendidikan yang semakin berbasis digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Drs. H. Alamsyah, dalam penutupan kegiatan menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah menjadi hal penting dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini.

“Sekolah itu sangat membutuhkan peningkatan sumber daya manusia. Karena data Dapodik juga menunjukkan bahwa tanpa peningkatan SDM, akan berpengaruh pada satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi, khususnya AI, kini telah menjadi bagian dari proses pembelajaran di ruang kelas. Menurutnya, guru harus mampu beradaptasi agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Sekarang sudah pakai teknologi, sudah pakai kecerdasan artifisial. Ini penting agar pembelajaran semakin efektif dan mudah dipahami,” tambahnya.

Selain itu, Alamsyah menyoroti pentingnya literasi numerasi sebagai dasar penguatan akademik siswa, terutama dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini menggantikan sistem ujian nasional.

“Kalau tidak ada penguatan pada bidang studi tertentu, maka sulit bagi siswa untuk berprestasi dalam TKA,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pendidikan inklusi juga menjadi perhatian utama dalam Bimtek ini. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus.

“Pendidikan kita sekarang adalah pendidikan bermutu untuk semua. Tidak ada diskriminasi. Semua anak punya hak untuk masuk sekolah,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kepala sekolah dan guru di Kabupaten Wajo mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis AI, memperkuat literasi numerasi, serta menerapkan pendidikan inklusif di satuan pendidikan masing-masing.

Bimtek ini diikuti oleh 243 UPTD sekolah, terdiri dari 182 SD dan 61 SMP se-Kabupaten Wajo, sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan daerah di era transformasi digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi