💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

Berita  

BPBD Makassar Gaungkan “Siap untuk Selamat” di HKBN 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

HKBN 2026 Jadi Momentum, BPBD Makassar Perkuat Kolaborasi Mitigasi Bencana

BPBD Makassar Gaungkan “Siap untuk Selamat” di HKBN 2026, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, memberikan keterangan kepada awak media terkait persiapan HKBN 2026 di Kantor BPBD Makassar, Selasa (28 April 2026) (Foto: Istimewa)

MAHASUARA.ID, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggaungkan semangat “Siap untuk Selamat” dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026 sebagai langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

Peringatan HKBN 2026 di Makassar akan dipusatkan di Kantor BPBD Kota Makassar, Jalan Kerung-kerung, pada Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan ini rencananya dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang juga akan bertindak sebagai pembina apel kesiapsiagaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menegaskan bahwa tema nasional “Siap untuk Selamat” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan menghadapi situasi darurat.

“Apel kesiapsiagaan akan diikuti oleh seluruh potensi kebencanaan, mulai dari perangkat daerah, stakeholder, relawan hingga masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan di Makassar kita bangun secara kolaboratif,” ujar Fadli, Selasa (28/4).

Selain apel siaga, BPBD Makassar juga akan menggelar pasukan dan peralatan kebencanaan sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana seperti banjir, kebakaran, hingga kekeringan.

Dalam momentum HKBN 2026 ini, BPBD juga meluncurkan inovasi edukasi bertajuk Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana (SALAMA).

Program ini menyasar anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan kegiatan outbound yang melibatkan peserta dari tingkat PAUD, SD hingga SMP.

“Program SALAMA menjadi langkah preventif untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak agar tidak panik dan tahu cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana,” jelasnya.

Tidak hanya itu, BPBD Kota Makassar juga akan mengukuhkan Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor.

Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis yang menghubungkan relawan, komunitas, dan berbagai stakeholder dalam upaya mitigasi bencana.

Fadli menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan.

“Sekitar 95 persen penyelamatan saat bencana terjadi dilakukan oleh individu, keluarga, dan lingkungan sekitar. Karena itu, masyarakat harus menjadi subjek dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.

Di sisi lain, BPBD Makassar juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak El Nino yang diperkirakan memicu kekeringan, krisis air bersih, peningkatan risiko kebakaran, serta gangguan kesehatan masyarakat.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD bersama stakeholder telah menyiapkan dokumen rencana kontinjensi untuk berbagai skenario bencana. Selain itu, lebih dari 1.000 unit tandon air disiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Saat ini, sekitar 100 unit tandon air telah mulai didistribusikan ke wilayah prioritas yang mengalami dampak awal.

Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat dengan melibatkan BUMN, sektor swasta, serta lembaga filantropi seperti Baznas dan Dompet Dhuafa.

Sinergi ini turut melibatkan instansi teknis seperti PDAM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemadam Kebakaran guna memastikan respons cepat dan efektif.

Lebih lanjut, Fadli menekankan pentingnya penetapan status tanggap darurat sebagai langkah strategis untuk membuka akses pendanaan, baik dari Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun Dana Siap Pakai (DSP) dari pemerintah pusat.

“Dengan status tanggap darurat, kita bisa bergerak lebih cepat dan mengakses dukungan yang dibutuhkan dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Makassar juga akan menggelar gladi kesiapsiagaan guna memastikan kesiapan teknis dan koordinasi seluruh pihak berjalan optimal sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Melalui peringatan HKBN 2026 ini, BPBD Makassar berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat, sehingga Kota Makassar benar-benar siap menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi