Berita  

Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai Diberi Kehormatan Bangun Masjid Atas Namanya

Tunanetra Embarkasi Makassar Dapat Hadiah Istimewa dari Arab Saudi, Akan Dibangunkan Masjid

Jemaah Haji Tunanetra Asal Sinjai Diberi Kehormatan Bangun Masjid Atas Namanya
Saifuddin HM Abd Muin Saideng, imam masjid tunanetra asal Sinjai, didampingi petugas haji Indonesia saat berbincang dengan perwakilan Pemerintah Arab Saudi usai menerima penghormatan khusus di Tanah Suci, di Hotel 608 Al-Hadaiq Al-Raqiah, Jarwal, Makkah, Rabu (13/5/2026) (Foto: Kanwil Kemenhaj Sulsel)

MAHASUARA.ID, MAKKAH – Di tengah jutaan jemaah haji dari berbagai negara yang memadati Tanah Suci, sosok Saifuddin HM Abd Muin Saideng mendadak menjadi perhatian khusus Pemerintah Arab Saudi.

Imam masjid tunanetra asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan itu mendapat kehormatan luar biasa berupa rencana pembangunan masjid dan wakaf atas namanya.

Kisah Saifuddin seorang tunanetra bukan sekadar cerita tentang perjalanan ibadah haji. Perjuangannya menembus keterbatasan fisik hingga akhirnya tiba di Baitullah disebut menyentuh hati banyak pihak di Makkah.

Saifuddin yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar diketahui menjadi salah satu jemaah haji tunanetra pada musim haji 2026. Di usianya yang tidak lagi muda, ia tetap teguh menjalani ibadah dengan penuh semangat dan kesabaran.

Pertemuan yang mengubah perhatian banyak orang itu berlangsung di Hotel 608 Al-Hadaiq Al-Raqiah, kawasan Jarwal, Makkah, Rabu (13/5/2026).

Saat itu, perwakilan Pemerintah Arab Saudi datang secara khusus untuk mencari dua jemaah tertua laki-laki dan perempuan dari rombongan jemaah Indonesia.

Kedatangan mereka bukan hanya untuk memberikan ucapan selamat datang, tetapi juga penghormatan istimewa.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H Faried Wajedi, yang bertugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), ikut mendampingi sekaligus menerjemahkan percakapan dalam pertemuan tersebut.

“Mereka datang mencari dua orang jemaah tertua, laki-laki dan perempuan. Pemerintah setempat memberikan ucapan selamat datang sekaligus hadiah khusus,” ujar Faried.

Namun penghormatan kepada Saifuddin ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Pemerintah Arab Saudi disebut berkomitmen membangun masjid dan wakaf atas nama imam tunanetra asal Sinjai tersebut sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya menunaikan ibadah haji.

“Ini bentuk penghormatan luar biasa. Mereka ingin membangun masjid dan wakaf atas nama jemaah tersebut sebagai simbol penghargaan,” lanjut Faried.

Kisah hidup Saifuddin sendiri memang penuh inspirasi. Meski tidak dapat melihat, ia tetap aktif menjadi imam masjid di kampung halamannya di Sinjai. Dengan suara lantang dan hafalan yang kuat, ia memimpin salat serta menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Impian untuk berhaji tidak diraih secara instan. Saifuddin diketahui menabung selama kurang lebih 20 tahun demi bisa berangkat ke Tanah Suci. Perjalanan panjang itu akhirnya terwujud pada musim haji 2026.

Di Makkah, ketulusan dan kesabarannya menjadi perbincangan di kalangan jemaah dan petugas haji. Banyak yang menilai Saifuddin menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk mendekat kepada Allah.

Penghormatan dari Pemerintah Arab Saudi itu juga dianggap menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan. Nama Saifuddin kini tidak hanya dikenal sebagai imam tunanetra asal Sinjai, tetapi juga simbol keteguhan hati yang mendapat tempat istimewa di Tanah Suci.

Perjalanan spiritual Saifuddin menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya soal kemampuan fisik, melainkan tentang kesabaran, keyakinan, dan ketulusan dalam memenuhi panggilan Allah SWT. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi