banner 728x250
Budaya  

Wamenekraf Irene Umar: Imlek Nasional 2026 Bukti Indonesia Negara Paling Inklusif

Wamenekraf Irene Umar: Imlek Nasional 2026 Bukti Indonesia Negara Paling Inklusif
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan pernyataan terkait Harmoni Imlek Nusantara 2026 yang bertepatan dengan Ramadan, Jakarta, Senin (16/02/2026) (Foto: Istimewa).
banner 120x600
banner 468x60

MAHASUAFA, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa perayaan Imlek Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan wajah Indonesia sebagai bangsa yang toleran dan inklusif.

Tahun ini, Imlek bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sebuah momen langka yang dinilai memperkuat pesan persatuan dalam keberagaman.

banner 325x300

Irene menyampaikan, kebersamaan dua perayaan besar tersebut bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan peluang mempertebal semangat toleransi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Indonesia.

“Toleransi itu sudah ada, kini dipertebal dengan adanya Imlek pada bulan Ramadan. Jadi Imlek Nasional 2026 akan menunjukkan bahwa toleransi dan inklusivitas bukan hanya sekadar ucapan, tetapi sebuah spirit yang kita rasakan,” ujar Irene, dikutip dalam keterangannya, Senin (16/02/2025).

Sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene menjelaskan bahwa tajuk besar perayaan tahun ini adalah “Harmoni Imlek Nusantara”.

Konsep tersebut dirancang untuk membaurkan budaya Tionghoa dan Islam dalam satu ruang kebersamaan tanpa menghilangkan nilai sakral masing-masing.

“Di Festival Imlek 2026 kita akan membaurkan kedua budaya. Bayangkan, nanti kita berbuka puasa bersama dengan lampion bernuansa Imlek dan Lebaran. Akan sangat indah. Berangkat dari sana dinamakanlah Harmoni Imlek Nusantara,” katanya.

Menurut Irene, perayaan bersama ini akan menghadirkan simbol-simbol budaya yang saling melengkapi.

Lampion dan ornamen khas Imlek akan berdampingan dengan nuansa Ramadan, menciptakan atmosfer kebersamaan yang jarang terjadi setiap tahun.

Ia menilai, momentum ini dapat menjadi contoh konkret bagaimana keberagaman di Indonesia bukan sekadar slogan.
Lebih jauh, Irene berharap semangat persatuan tidak hanya muncul saat perayaan hari besar keagamaan.

Ia menekankan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan saya kita sebagai bangsa dan negara bisa bersatu padu tidak hanya di momen spesial Imlek dan Lebaran tetapi di semua momen. Karena semboyan kita ‘Bhinneka Tunggal Ika’, berbeda-beda tetap satu jua,” ujarnya.

Irene juga menyoroti kesamaan mendasar antara Imlek dan Lebaran. Keduanya sama-sama identik dengan tradisi pulang kampung, berkumpul bersama keluarga, berbagi makanan, serta mempererat silaturahmi.

Nilai kekeluargaan dan kebersamaan inilah yang dinilai menjadi titik temu kedua perayaan tersebut.

“Saat Imlek maupun Lebaran, kita sama-sama pulang berkumpul dengan keluarga, makan bersama, doa bersama, beramal bersama, bagi-bagi angpao.

Kesamaan Imlek dan Ramadan terasa sangat kental, tetapi di tahun ini kita merayakan bersama dan itu luar biasa. Tidak setiap tahun dirayakan bersama,” ucapnya.

Pemerintah berharap Imlek Nasional 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif melalui festival, pertunjukan seni, kuliner, dan kolaborasi lintas komunitas.

Dengan semangat harmoni, perayaan ini diharapkan menjadi etalase keberagaman Indonesia di mata dunia sekaligus memperkuat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. (AAE)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *