MAHASUARA, MANADO – Suasana perayaan Imlek berlangsung meriah dan penuh warna mewarnai aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, saat pertunjukan barongsai digelar untuk menghibur para penumpang.
Atraksi budaya tersebut berlangsung di area ruang tunggu keberangkatan hingga lobi kedatangan, menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna jasa bandara, Kamis (19/02/2026).
Sejak awal pertunjukan, barongsai tampil enerjik dengan iringan tabuhan tambur khas yang menggema di dalam terminal.
Gerakan lincah dan atraktif para pemain langsung menarik perhatian penumpang yang tengah menunggu jadwal penerbangan maupun yang baru tiba di Manado.
Suasana bandara yang biasanya didominasi aktivitas perjalanan seketika berubah menjadi panggung hiburan budaya yang semarak.
Sejumlah penumpang tampak antusias mengabadikan momen dengan berfoto bersama barongsai. Tidak sedikit pula yang memberikan angpao kepada para penampil sebagai bentuk apresiasi.
Anak-anak hingga orang dewasa bergantian mendekat, menciptakan interaksi hangat yang menambah semarak perayaan.
Kemeriahan semakin terasa ketika para tenant di area bandara turut ambil bagian. Beberapa gerai terlihat membagikan angpao kepada rombongan barongsai yang berkeliling di depan toko mereka.
Aksi berbagi ini menjadi simbol harapan akan keberuntungan sekaligus memperkuat nuansa kebersamaan di lingkungan bandara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Bandara Sam Ratulangi, Radity Ari Purwoko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan prima yang tidak hanya berfokus pada operasional penerbangan, tetapi juga pengalaman penumpang.
“Perayaan Imlek ini bukan hanya menjadi momen kebersamaan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga ajang memperkenalkan kekayaan budaya kepada seluruh pengguna jasa bandara. Kami ingin menghadirkan suasana yang hangat dan menyenangkan bagi setiap penumpang,” ujar Radity.
Ia menambahkan, pihak pengelola bandara berkomitmen menjadikan bandara sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah budaya.
Melalui kegiatan tematik seperti pertunjukan barongsai, diharapkan penumpang mendapatkan kesan positif selama berada di bandara.
Pertunjukan yang digelar di ruang tunggu keberangkatan dan lobi kedatangan ini pun mendapat respons positif dari para pengguna jasa.
Banyak penumpang mengaku terhibur karena dapat menikmati pertunjukan budaya di tengah perjalanan mereka.
Dengan terselenggaranya atraksi barongsai tersebut, manajemen bandara berharap suasana perayaan Imlek dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Selain memberikan hiburan, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata bahwa bandara tidak sekadar tempat transit, tetapi ruang publik yang menghadirkan pengalaman budaya yang hangat, penuh sukacita, dan berkesan bagi setiap penumpang. (ARS)

















