MAHASUARA.ID, JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura resmikan dua posyandu baru di Distrik Abepura sebagai langkah konkret menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.
Peresmian dua pos pelayanan terpadu (posyandu) itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, pada Sabtu (25/4), masing-masing berlokasi di Kelurahan Yobe dan Kelurahan Waimorock, Distrik Abepura. Kedua posyandu tersebut diberi nama Posyandu Albarkah dan Posyandu Aroma Rasa.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan bahwa kehadiran posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting.
“Posyandu menjadi ujung tombak dalam memantau tumbuh kembang anak serta memastikan kesehatan ibu hamil tetap terjaga. Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Abisai Rollo.
Ia menjelaskan, dengan tambahan dua fasilitas tersebut, total posyandu di Kota Jayapura kini mencapai 222 unit yang tersebar di lima distrik, 25 kelurahan, dan 14 kampung. Pemerataan layanan kesehatan ini diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
Abisai juga mendorong masyarakat, khususnya para ibu, untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu secara rutin. Menurutnya, pemeriksaan berkala sangat penting untuk mendeteksi dini potensi gangguan tumbuh kembang anak, termasuk stunting.
“Kami harap masyarakat tidak ragu datang ke posyandu. Di sana ada layanan penimbangan, pengukuran tinggi badan, hingga edukasi gizi yang sangat penting bagi anak dan ibu hamil,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran kader posyandu dalam menjalankan tugas secara teliti dan profesional. Kader diminta memastikan setiap layanan dilakukan sesuai standar, mulai dari pengukuran hingga pemberian makanan tambahan bergizi.
“Ketelitian kader sangat menentukan. Dari data yang akurat, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat jika ditemukan indikasi stunting,” tegasnya.
BACA JUGA:
Pemkot Batam Raih Penghargaan Nasional 2026, Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting
Dinkes Jayapura Ungkap 688 Kasus Stunting Terdeteksi di 22 Puskesmas Per Januari 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Juliana Napitupulu, turut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan posyandu secara optimal. Ia menyebut layanan ini tidak hanya untuk anak, tetapi juga bagi ibu hamil dan keluarga secara umum.
“Posyandu adalah layanan kesehatan paling dekat dengan masyarakat. Pemanfaatannya sangat berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan komunitas,” ujarnya.
Juliana mengungkapkan, saat ini terdapat 1.115 kader posyandu yang aktif di Kota Jayapura. Para kader tersebut berperan penting dalam memberikan pelayanan dasar, termasuk edukasi gizi seimbang dan pola hidup bersih.
Menurutnya, upaya penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Dinas Ketahanan Pangan.
“Penanganan stunting harus menyentuh berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pola makan, hingga lingkungan tempat tinggal. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Dengan peresmian dua posyandu baru ini, Pemkot Jayapura optimistis dapat memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus menciptakan generasi yang lebih sehat, bebas stunting, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (*)



