Heboh Begal di Jalan Pettarani Makassar Ternyata Hoaks, Pelapor Rekayasa Kehilangan HP dan Uang

Polsek Panakkukang Bongkar Modus Laporan Begal Fiktif, Pelapor Akui Bohong karena Judi Online

Heboh Begal di Jalan Pettarani Makassar Ternyata Hoaks, Pelapor Rekayasa Kehilangan HP dan Uang
Petugas Polsek Panakkukang menggiring pelaku laporan palsu kasus begal saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Panakkukang, Makassar, Selasa (5/5/2026) (Foto: Istimewa)

MAHASUARA.ID, MAKASSAR – Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga di Jalan A.P. Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ternyata hanyalah laporan palsu.

Seorang pria berinisial ADP kini diamankan aparat kepolisian setelah mengaku merekayasa cerita kehilangan handphone dan uang tunai jutaan rupiah.

Peristiwa tersebut bermula saat ADP mendatangi kantor polisi dan melaporkan dirinya menjadi korban begal pada Senin (4/5/2026) dini hari.

Dalam keterangannya, ia mengaku dihentikan pelaku saat berkendara motor di Jalan Pettarani lalu kehilangan handphone serta uang tunai.

Laporan itu sempat membuat geger karena lokasi yang disebut merupakan salah satu jalur utama di Kota Makassar.

Aparat kepolisian dari Polsek Panakkukang pun langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap handphone yang diklaim dirampas pelaku.

Namun, dalam proses pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan ADP. Cerita yang disampaikan dinilai tidak konsisten dengan fakta di lapangan.

Panit II Unit Reskrim Polsek Panakkukang, Ipda Muh Ikbal, mengatakan laporan tersebut awalnya ditangani sebagai kasus dugaan pembegalan.

“Awalnya pelapor ini membuat laporan bahwa telah menjadi korban begal saat berkendara motor. Handphonenya diambil dan membuat laporan polisi,” ujar Ikbal, Selasa (5/5/2026).

Setelah dilakukan interogasi lebih mendalam, ADP akhirnya mengakui bahwa aksi pembegalan yang dilaporkannya tidak pernah terjadi.

“Setelah kami interogasi ternyata laporan yang dibuat pelapor tidak benar adanya,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, motif di balik laporan palsu itu akhirnya terungkap. ADP diketahui kehabisan uang gaji setelah digunakan bermain judi online.

Karena takut diketahui keluarga dan tidak berani pulang ke rumah, ia kemudian membuat skenario menjadi korban begal.

Polisi menyebut tindakan membuat laporan palsu dapat berdampak serius karena mengganggu proses penegakan hukum dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena isu begal di Makassar kerap memicu kekhawatiran warga, khususnya pengguna jalan pada malam hingga dini hari.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak membuat laporan palsu karena dapat dikenakan sanksi hukum.

Saat ini, ADP masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Panakkukang terkait dugaan memberikan keterangan palsu kepada aparat kepolisian. (ZC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

💚 Donasi
×

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi