đź’š Donasi
Ă—

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

đź’š Donasi
Ă—

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi

Berita  

Hardiknas 2026 Makassar: Wali Kota Munafri Luncurkan Tim ATS untuk Kembalikan Anak ke Sekolah

Pemkot Makassar All Out Tangani Anak Putus Sekolah, Tim ATS Jadi Ujung Tombak

Hardiknas 2026 Makassar: Wali Kota Munafri Luncurkan Tim ATS untuk Kembalikan Anak ke Sekolah
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dan Kepala Dinas Pendidikan Achi Soleman memberikan keterangan kepada awak media usai peluncuran Tim ATS, Lapangan Karebosi, Makassar, Sabtu (2/5/2026) (Foto: Istimewa)

MAHASUARA.ID, MAKASSAR –Pemerintah Kota Makassar menunjukkan keseriusannya menekan angka anak putus sekolah dengan langkah konkret.

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi meluncurkan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai garda terdepan menjemput kembali anak-anak ke bangku pendidikan.

Peluncuran dan pengukuhan relawan Tim ATS berlangsung di Lapangan Karebosi, Sabtu (2/5/2026), menjadi simbol dimulainya gerakan sosial berskala kota untuk memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan hak dasar pendidikan.

Wali Kota Makassar, Munafri menegaskan, pembentukan Tim ATS bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan nyata yang menyasar langsung akar persoalan di masyarakat.

Menurutnya, angka anak putus sekolah di Makassar masih tergolong signifikan dan membutuhkan intervensi langsung di lapangan.

“Banyak sekali anak-anak kita yang terpaksa harus putus sekolah. Ini yang harus kita pastikan mereka bisa kembali ke sekolah,” ujar Munafri, Minggu (3/5/2026).

Ia menekankan bahwa pendidikan formal merupakan hak dasar setiap anak yang tidak boleh terabaikan. Karena itu, pemerintah kota mengambil tanggung jawab penuh untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

“Pendidikan itu wajib. Pemerintah harus hadir memastikan mereka kembali ke bangku sekolah dan melanjutkan masa depannya,” tegasnya.

Tim ATS yang dibentuk akan bekerja secara aktif dengan pendekatan langsung ke masyarakat.

Para relawan akan turun ke lapangan untuk mengidentifikasi anak-anak yang tidak sekolah, menelusuri penyebabnya, hingga mendampingi proses mereka kembali ke sistem pendidikan formal.

Langkah ini dinilai penting karena persoalan putus sekolah tidak berdiri sendiri. Faktor ekonomi, sosial, hingga lingkungan menjadi penyebab utama yang harus ditangani secara komprehensif dan kolaboratif.

Munafri juga mengungkapkan bahwa pemerintah masih melakukan pemetaan berbasis data untuk menentukan target capaian program tersebut. Evaluasi berkala akan menjadi dasar dalam mengukur efektivitas kerja Tim ATS.

“Tim ini akan mempresentasikan targetnya. Kita sesuaikan dengan kapasitas dan kondisi di lapangan agar penanganannya tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis data dan aksi lapangan menjadi kunci utama dalam menurunkan angka anak putus sekolah secara bertahap.

“Tidak cukup hanya data di atas meja. Kita harus turun langsung, melihat kondisi riil, dan menghadirkan solusi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyampaikan bahwa peluncuran Tim ATS merupakan bagian dari rangkaian program strategis Hardiknas 2026 yang berfokus pada pendidikan inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menurutnya, Pemkot Makassar juga meluncurkan inovasi lain, termasuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis digital yang terintegrasi dengan platform On The Class.

Sistem ini dirancang untuk menciptakan proses penerimaan siswa yang lebih transparan, adil, dan akuntabel.

“Melalui sistem ini, kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan,” ujarnya.

Achi menambahkan, keberhasilan program ATS sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, komunitas, dan berbagai mitra pemerintah.

“Ini gerakan bersama. Kami butuh keterlibatan semua pihak agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali melanjutkan pendidikan,” tegasnya.

Dalam momentum Hardiknas 2026, Pemkot Makassar juga memberikan penghargaan kepada insan pendidikan, mulai dari sekolah, siswa berprestasi, hingga guru dan mitra strategis yang berkontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan.

Selain itu, pemerintah turut menyerahkan beasiswa penyelesaian studi bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Achi menilai, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul.

“Kami ingin para guru terus berkembang dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas,” katanya.

Gerakan Tim ATS menjadi salah satu langkah strategis yang diharapkan mampu menjawab persoalan klasik pendidikan di perkotaan, khususnya terkait anak putus sekolah.

Dengan pendekatan jemput bola dan kolaborasi multipihak, Pemkot Makassar menargetkan penurunan angka putus sekolah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Munafri pun menutup dengan penegasan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Makassar yang tertinggal dari pendidikan.

“Ini komitmen kita bersama. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena tidak sekolah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

đź’š Donasi
Ă—

Apresiasi Spesial

Minimal apresiasi Rp5.000

Metode Pembayaran

DANA
GOPAY
QRIS

Pesan apresiasi