MAHA SUARA, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros kembali mencuri perhatian publik setelah dalam satu hari berhasil memborong tiga penghargaan nasional dari tiga lembaga negara berbeda.
Capaian ini tidak hanya mengukuhkan posisi Maros sebagai daerah dengan kinerja progresif di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi bukti bahwa arah pembangunan yang ditempuh selama ini telah berada pada jalur yang tepat terencana, konsisten, dan berbasis data.
Momentum bersejarah tersebut diraih pada Selasa (25/11/2025), ketika perwakilan Pemkab Maros menghadiri tiga agenda nasional di lokasi berbeda.
Meski berlangsung serentak, koordinasi antar unsur pemerintahan berjalan harmonis sehingga setiap penghargaan dapat diterima langsung oleh pimpinan daerah tanpa mengurangi esensi dari proses penghargaan itu sendiri.
Bupati Maros, Dr. H. A. Chaidir Syam, MH, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif. Ia menyebut keberhasilan ini tak lepas dari peran seluruh pemangku kepentingan yang terlibat langsung di lapangan.
“Kita bergerak bersama, dari tenaga kesehatan hingga kader desa. Fokus kita satu: generasi yang tumbuh sehat. Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Maros,” ujarnya.
Tiga Penghargaan Nasional Tegaskan Transformasi Kinerja Pemkab Maros
Tiga penghargaan yang diterima mencakup sektor kesehatan, kualitas kebijakan, dan pembangunan desa tiga irisan strategis yang menjadi fondasi tata kelola pemerintahan modern.
Penghargaan pertama datang dari Kementerian Dalam Negeri RI, yang menetapkan Maros sebagai Kabupaten Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional.
Penghargaan yang diserahkan di Green Forest Bogor ini menjadi pengakuan bahwa upaya menekan angka stunting di Maros telah dilakukan secara sistematis.
Berbagai program intervensi, mulai dari edukasi gizi kepada ibu hamil, peningkatan kualitas layanan Puskesmas, hingga penguatan peran kader desa dan PKK, terbukti memberi dampak nyata.
Angka stunting mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir, menempatkan Maros sebagai salah satu daerah dengan percepatan terbaik di Indonesia.
Penghargaan kedua diterima dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI berupa Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Kualifikasi Unggul. Predikat ini hanya diberikan kepada daerah yang telah memenuhi standar perumusan kebijakan berbasis bukti, analisis mendalam, dan proses konsultasi publik yang baik. Maros dinilai mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya responsif, tetapi juga memprioritaskan dampak jangka panjang.
Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, yang hadir menerima penghargaan di Surabaya, menuturkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari reformasi birokrasi yang terus diperkuat.
“Kebijakan publik harus lahir dari data, bukan asumsi. Prinsip ini yang kita jalankan. Kualifikasi Unggul adalah bukti bahwa Maros sudah bergerak dalam koridor kebijakan modern,” tegasnya.
Sementara itu, penghargaan ketiga diberikan oleh DPP APDESI, sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemkab Maros dalam memperkuat pembangunan desa. Fokus pada peningkatan kapasitas perangkat desa, optimalisasi BUMDes, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, serta pemetaan kebutuhan desa yang lebih presisi membuat Maros dinilai berhasil mendorong kemandirian wilayah pedesaan.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan Maros tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi berjalan merata hingga ke pelosok.
Kepemimpinan Kolaboratif
Menurut akademisi FISIP Unhas, Dr. A. Lukman Irwan, ketiga penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan Maros dalam memenuhi tiga pilar dasar tata kelola pemerintahan: kesehatan masyarakat, kualitas kebijakan, dan pemberdayaan desa.
“Tiga indikator ini adalah tolok ukur paling strategis dalam pembangunan daerah. Maros berhasil meraih semuanya dalam satu momentum. Itu tidak mungkin tanpa kepemimpinan yang responsif dan birokrasi yang bekerja berbasis bukti,” ujarnya.
Rangkaian penghargaan nasional tersebut menegaskan bahwa reformasi birokrasi di Maros bukan hanya berjalan, tetapi telah menunjukkan hasil nyata.
Pola kepemimpinan kolaboratif antara Bupati dan Wakil Bupati menjadi kunci tercapainya ritme kerja yang efektif, merata, dan terukur.
Dalam pernyataan penutupnya, Wakil Bupati A. Muetazim Mansyur menyebut bahwa penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari tuntutan kinerja yang lebih tinggi.
“Langkah kita sudah mengarah ke jalur yang tepat, namun perjalanan ini belum berhenti masih banyak yang harus kita sempurnakan bersama. Kita akan menjaga konsistensi agar Maros terus maju, semakin sehat, dan semakin berdaya,” tegasnya.
Dengan torehan tiga penghargaan dalam satu hari, Maros menegaskan posisi sebagai kabupaten yang siap menjadi model percepatan pembangunan berbasis bukti di tingkat nasional sebuah identitas baru yang dibangun melalui kerja keras, kolaborasi, dan integritas. (Ars)

















