Berita  

Makkah Route Resmi Hadir di Bandara Sultan Hasanuddin, Jamaah Haji Tak Perlu Antre Imigrasi Lagi

15.804 JCH Makassar Gunakan Makkah Route Mulai 2026, Proses Imigrasi Tanpa Antre di Arab Saudi

Makkah Route Resmi Hadir di Bandara Sultan Hasanuddin, Jamaah Haji Tak Perlu Antre Imigrasi Lagi
Jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah di sekitar Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026) (Foto: Istimewa)

MAHASUARA.ID, MAKASSAR – Makkah Route resmi hadir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mulai tahun 2026, membawa kemudahan besar bagi 15.804 jamaah calon haji (JCH) asal Makassar yang akan berangkat ke Tanah Suci tanpa harus antre proses imigrasi setibanya di Arab Saudi.

Program Makkah Route merupakan kerja sama strategis antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam menghadirkan layanan pre-clearance keimigrasian langsung di bandara keberangkatan.

Dengan skema ini, seluruh proses pemeriksaan dokumen, verifikasi paspor, hingga stempel masuk Arab Saudi dilakukan di Indonesia sebelum jamaah naik pesawat.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa perluasan layanan Makkah Route ke Makassar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji nasional.

“Perluasan Makkah Route ke Makassar adalah upaya strategis untuk memastikan semakin banyak jamaah Indonesia yang merasakan kemudahan proses keimigrasian sejak dari tanah air. Kami ingin memangkas birokrasi, sehingga jamaah bisa lebih tenang dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar, Minggu (26/4).

Menurut Hendarsam, pada 20 April 2026 sebanyak 115 petugas imigrasi dari Arab Saudi telah tiba di Indonesia untuk bertugas di embarkasi haji, termasuk di Makassar. Kehadiran mereka memastikan seluruh tahapan keimigrasian berjalan optimal sebelum keberangkatan jamaah.

Ia juga memastikan bahwa kesiapan sarana dan prasarana di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Sultan Hasanuddin telah mencapai 100 persen. Sistem layanan telah terintegrasi dengan data lintas sektoral, termasuk penyusunan profil risiko guna mencegah keberangkatan non-prosedural.

BACA JUGA:

Kemenkes Pastikan Cathlab RSUD Daya Makassar Siap Layani Pasien Jantung Secara Optimal

PPIH Siapkan 6.000 Bus Modern untuk Layani Jamaah Haji Indonesia

Dengan hadirnya Makkah Route, jamaah haji tidak perlu lagi melalui proses pemeriksaan imigrasi di bandara kedatangan di Arab Saudi. Setibanya di Tanah Suci, jamaah dapat langsung menuju bus yang telah disiapkan untuk diantar ke pemondokan, tanpa harus mengantre panjang di konter imigrasi.

Kebijakan ini dinilai sangat membantu, terutama bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas yang selama ini kerap mengalami kendala saat proses antrean panjang di bandara luar negeri.

Selain Makassar, layanan Makkah Route sebelumnya telah diterapkan di sejumlah embarkasi besar di Indonesia, seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Juanda, dan Bandara Adi Soemarmo. Secara nasional, program ini telah melayani sekitar 221.000 jamaah haji Indonesia.

Pemerintah berharap, ke depan layanan Makkah Route dapat diperluas ke seluruh embarkasi haji di Indonesia dan bahkan diterapkan secara resiprokal sebagai bagian dari transformasi layanan keimigrasian yang lebih modern.

“Imigrasi akan terus bertransformasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang adaptif dan solutif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menyukseskan ibadah haji. Layanan Imigrasi untuk rakyat adalah prioritas kami,” tegas Hendarsam.

Dengan implementasi Makkah Route di Makassar, proses keberangkatan haji kini menjadi lebih cepat, efisien, dan nyaman. Jamaah dapat lebih fokus mempersiapkan ibadah di Tanah Suci tanpa terbebani prosedur administratif yang panjang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *